Dengan DC Inverter Power Control mencapai COP tinggi

Menyambung artikel “AC Inverter Daikin – Kecanggihan Penampilan dengan Panel Datar“, AC Inverter Daikin juga tidak lepas dari penggunaan teknologi DC Inverter.

Keunggulan seri DC Inverter dengan motor DC untuk kompresor dan motor DC untuk kipas dapat dilihat pada contoh AC Daikin Inverter, FTKD25D mencapai COP 3.45 adalah 22% lebih tinggi dari model konvensional. Ini merupakan peningkatan dari AC inverter konvensional ke DC Inverter teknologi yang lebih maju.

Coba lihat gambar perbandingan dibawah ini….
Perbandingan AC Inverter Daikin

Dari gambar diatas terlihat bahwa COP untuk AC Inverter Daikin tipe baru ternyata lebih tinggi dibanding tipe lama.  Ini menunjukkan pihak Daikin tetap selalu melakukan penyempurnaan dan inovasi untuk teknologi tinggi penghematan energy, swing kompresor dan control PAM yang lebih maju pada AC Inverter.

Anyway,..busway…by theway… 😀 COP itu apa sich?

COP atau Coefficient of Performance merupakan nilai efisiensi dari sebuah mesin pendingin termasuk AC. COP didapatkan dari perbandingan antara Kapasitas Pendinginan (Qo) dgn Konsumsi Arus Kompressor (W) yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

COP = Qo /W

Dari rumus diatas dapat diartikan: Semakin besar nilai COP, semakin effisien sebuah mesin pendingin dimana Konsumsi Arus Kompresor (W) juga akan semakin kecil.

Terus bagaimana cara melihat atau menghitung nilai COP dari sebuah unit AC?

Sebagai contoh: 😉
di unit AC Split Wall 1 PK tertulis 9000 btu/h.
itu artinya jika Kompresor dengan daya 1 PK akan menghasilkan pendinginan sebesar 9000 btu/h.

Konversi:
1pk = 0.746 kW
1btu/hr = 0.000293071kW

Jadi jika AC memiliki kapasitas pendinginan 9000 btu/h dgn daya input 1 PK
maka:

COP
= (9000 x 0.000293071) / 0.746
= 2.638 / 0.746
= 3.54

Bagaimana? apakah sudah paham mengenai COP..? Jadi jika Anda membeli unit AC, ada baiknya dipertimbangkan nilai COP ini. Ok.. 😉

Baca Juga:  AC DAIKIN Inverter

Oya..lupa satu hal 😀 .. mengenai apa itu DC Inverter.

Daikin menyebut model Inverter yang dilengkapi motor DC sebagai Inverter DC. Motor DC menghasilkan efisiensi lebih tinggi dibanding motor AC. Motor DC menggunakan kekuatan magnet untuk menarik dan menolak untuk menghasilkan putaran. Motor DC yang dilengkapi dengan magnet Neodymium berkekuatan tinggi, yang dapat memberikan efisiensi lebih besar, disebut dengan motor DC Reluktansi.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.